Bank Indonesia pecah bank menjadi 4 kelas 14/03/2017


Untuk memperkuat ketahanan dan daya saing perbankan, Bank Indonesia segera menerbitkan kebijakan pengaturan kegiatan usaha dan perluasan jaringan kantor bank berdasarkan modal.

“Berdasarkan ketentuan ini, terdapat empat kelompok usaha bank umum yang didasarkan pada besaran modal inti,” kata Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution di Gedung Bank Indonesia, Jumat (22/11).

Dalam masing-masing kelompok usaha tersebut, lanjut Darmin, terdapat kegiatan usaha yang dapat dilakukan oleh bank sesuai jumlah modal inti yang dimilikinya. “Posisi suatu bank dalam kelompok usaha tertentu akan menentukan apakah bank tersebut hanya dapat melakukan kegiatan yang bersifat basic banking services atau dapat melakukan kegiatan yang lebih luas bahkan yang bersifat kompleks,” papar Darmin.

Direktur Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia Irwan Lubis menjelaskan untuk kelompok kegiatan usaha 1 (BUKU 1) adalah yang memiliki modal inti mulai dari Rp 100 miliar hingga di bawah Rp 1 triliun. Kelompok kedua (BUKU 2) adalah dengan modal inti Rp 1 triliun hingga di bawah Rp 5 triliun. Dan kelompok ketiga (BUKU 3) akan memiliki modal inti antara Rp 5 triliun hingga Rp 30 triliun. Terakhir kelompok kegiatan usaha 4 (BUKU 4) dengan modal inti di atas Rp 30 triliun.

“Semakin tinggi BUKU dan semakin tinggi modal inti yang dimiliki bank, semakin luas cakupan produk dan aktivitas yang dapat dilakukan bank,” jelas Irwan.

Hal ini, lanjutnya, akan menjadi dasar bagi perbankan untuk melakukan kegiatan usahanya atau ekspansi, seperti penyertaan modal ke anak usaha ataupun perluasan jaringan kantor.

Irwan mencontohkan, untuk bank yang masuk BUKU 1 maka bank tersebut hanya bisa melakukan bisnis sebagai money changer dan kegiatan biasa seperti giro, tabungan atau kredit. Sedangkan bank yang masuk kelompok BUKU 4 memiliki kelengkapan kegiatan seperti menjadi bank devisa dan bahkan dapat disiapkan menjadi ASEAN Qualified Banks.

Sementara itu, jika ada bank yang sudah memiliki jenis kegiatan di kelompok BUKU 2 namun dari modal inti ada di kelompok BUKU 1, maka akan diberi pilihan untuk meningkatkan modal inti ke kelompok BUKU 2 dan tetap menjalankan kegiatan di level tersebut. “Tapi kalau tidak mau meningkatkan modal, maka kegiatan usahanya yang disesuaikan,” tambah Irwan.

Irwan mengatakan, aturan ini memiliki masa transisi. “Masa transisi akan berakhir di Juni 2013. Jadi bank umum termasuk KCBA sudah harus menyesuaikan mengenai modal inti ini di Juni 2013,” tutupnya.

 

sumber : merdeka.com